FARID GABAN | PENA INDONESIA
Apakah etika yang harus dimiliki seorang wartawan investigasi?
Pada dasarnya, etikanya sama wartawan secara umum seperti yang sudah tertera dalam kode etik jurnalistik asosiasi.
Secara lebih konkret, kita juga bisa mengadopsi etika ini dari "Sembilan Elemen Jurnalisme" milik Bill Kovach dan Tom Rosenstiel:
1.Kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian kebenaran
2.Loyalitas utama jurnalisme adalah pada warga negara
3.Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi
4.Jurnalis harus menjaga independensi dari obyek liputannya
5.Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau independen dari kekuasaan
6.Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk saling-kritik dan menemukan kompromi
7.Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan
8.Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional
9.Jurnalis harus diperbolehkan menguji kesadaran personalnya, hati nuraninya.
Khususnya untuk liputan investigasi, dari sembilan itu, mungkin tiga elemen pertama perlu ditekankan.
Kebenaran?
Jurnalis harus mematuhi "prinsip kebenaran, sebuah ketundukan kepada warga negara dan masyarakat secara luas, memberi informasi ketimbang memanipulasi".
Jurnalis memiliki tanggungjawab untuk mendapatkan semua fakta serta menyusunkan dalam sebuah konteks.
Kebenaran di sini adalah kebenaran prosedural. Benar berdasar prosedur jurnalistik. Wartawan harus berupaya keras mencapai itu, lewat liputan, wawancara dan pencarian fakta yang sejauh mungkin. Tapi, boleh jadi, bahkan setelah upaya keras itu, apa yang kita tulisa ternyata keliru. Jika ini terjadi, wartawan harus rela meminta maaf. Bahkan mungkin tidak cukup itu: masuk penjara.
Publik?
Jurnalis harus memiliki "independensi yang penuh keterlibatan", menjadi "pengamat yang committed", dengan loyalitas utama pada publik
Orang kebanyakan. Para pemilih dalam pemilu tak peduli apa partainya.
Jurnalisme investigasi sering disebut “Journalism with an impact”
atau “Reporting on public interest issues”. Tekanannya adalah pada kepentingan publik dan umumnya bertujuan mengoreksi kebijakan publik yang buruk.
Fokus dari liputan investigatif adalah "the abuses of power" (cultural, political, financial and policy), seperti pelanggaran hukum, conflicts of interest, dan hipokrisi.
Disiplin Verifikasi?
Jurnalis "menghargai fakta di atas segalanya" dan berupaya sungguh-sungguh untuk menggali fakta serta melakukan verifikasi.
Liputan investigasi memerlukan kerja keras, ketekunan, passion. Liputan ini juga memerlukan bisa besar dan waktu yang relatif lama. Hanya orang yang punya motivasi kuat bisa melakukan ini.
Apa kesulitan utama dalam menulis dan menyajikan hasil liputan investigasi?
Yang paling sulit dalam menulis investigasi: kita tidak boleh menggunakan "KONON" atau "KABARNYA". Artinya kita harus sudah siap dengan bukti yang keras, yakni kesaksian on the record, pernyataan (jika perlu dilengkapi data/dokumen yang mendukung), foto, dokumen asli, rekaman.
Bagaimana dengan kesaksian "off the record" atau sumber anonim?
Sumber anonim bisa dipakai dalam laporan investigasi, namun harus digunakan secara hati-hati. Kita harus menguji kemungkinan motifnya dan menguji pernyataannya. Kebohongan sumber anonim bisa dikurangi jika kita menuntut mereka tidak sekadar membuat pernyatan lisan, tapi juga menyodorkan bukti.
Jika kita sepakat dengan anonimisitas, kita harus menghormati kesepakatan itu, tidak boleh membuka sumber bahkan jika penjara adalah ganjarannya.
Perlu diingat, ketika menyepakati anonimisitas, kita mengambil-alih seluruh tanggungjawab dari pernyataannya. Termasuk kebenarannya dan implikasi hukumnya.
Bagaimana dengan banyaknya bahan?
Kesulitan lain dalam menulis investigasi adalah karena umumnya melibatkan terlalu banyak bahan dan data, yang kadang kontradiktif atau berbeda satu sama lain.
Kita perlu fokus, pertama-tama dengan merumuskan angle yang tajam bahkan sebelum turun melakukan investigasi (dalam tahap perencanaan). Fokus hanya bisa dicapai jika kita bisa merumuskan angle atau hipotesis dalam satu kalimat sederhana.
Misalnya:
Pemerintah berbohong dalam penyaluran subsidi BBM.
Akbar Tanjung dan Golkar memakai perusahaan fiktif untuk memproleh dana yang semula ditujukan buat orang miskin.
Perusahaan X menang tender Migas lewat kolusi.
Mencari "akar masalah" (bottom-line) baik sebelum maupun sesudah adalah keharusan jika kita ingin fokus. Lalu merumuskan pertanyaan terpenting yang ingin dijawab.
Bahan yang terlalu banyak bisa disortir dengan beberapa cara:
Memakai fakta/data yang paling otentik (kita akan memilih bukti tertulis ketimbang pernyataan lisan; dokumen asli lebih kuat dari fotokopi)
Memakai sumber yang paling meyakinkan (seberapa dekat dia dengan masalah, seberapa kecil kemungkinan dia punya kepentingan, seberapa mungkin itu diverifikasi di lapangan, seberapa banyak didukung dengan sumber sekunder seperti dokumen atau foto).
Bagaimana bentuk penulisan investigatif?
Bentuk tulisan liputan investigatif umumnya adalah narasi dan eksposisi (lihat lampiran).
Menuliskan laporan secara padat tapi jelas. Namun, yang lebih penting lagi tulisan itu harus argumentatif (memiliki dasar bukti yang kuat dan dibangun dengan logis).
Tulisan seringkali harus dilengkapi pemaparan dokumen, foto, dan tabel yang memperkuat tulisan.
Akurasi. Akurasi. Akurasi. Bagaimana menguji akurasi?
Akurasi. Akurasi. Dan Akurasi. Investigasi yang bagus adalah yang mampu membuat publik sadar tentang sesuatu masalah yang merugikan mereka. Syukur-syukur jika investigasi itu bisa menjadi daya dorong bagi LSM atau lembaga pemerintah untuk melakukan investigasi lebih lanjut secara resmi. (Investigasi wartawan
adalah investigasi "tak resmi"). Namun, bahkan meski tak resmi, laporan investigasi melibatkan beberapa aspek sensitif yang harus dipertimbangkan wartawan, karena memiliki konsekuensi hukum dan etik.
Untuk bisa menguji akurasi, bertanyalah sebagai berikut:
Percayakah Anda pada fakta yang ada dalam tulisan? Sudahkah Anda menguji ulang semua fakta?
Percayakah Anda pada sumber yang memberikan fakta itu?
Apakah Anda merujuk semua fakta pada sumber dan dokumen yang kelak bisa dipakai di depan pengadilan?
Bisakah Anda memberikan ejaan yang tepat pada nama dan alamat sumber yang disebut?
Percayakah Anda bahwa semua pernyataan faktual dalam tulisan itu mencerminkan kebenaran?
Beranikah Anda mempertahankan secara publik (jika mungkin di pengadilan) fakta dan metode yang Anda gunakan dalam tulisan itu?
Apakah Anda mengutip pernyataan sumber secara fair dan sesuai konteks?
Anda mengutip sumber anonim? Kenapa? Beranikah Anda mempertahankannya di pengadilan?
Apakah Anda menggunakan materi, dokumen atau foto yang diberikan sumber anonim? Kenapa? Seberapa percaya Anda pada kesahihan materi tadi?
Percayakah Anda si sumber tidak punya agenda tersembunyi yang mungkin mendistorsikan kebenaran dalam tulisan?
Apakah Anda menggunakan bahasa dan gambar yang kontroversial dalam cerita? Adakah alasan yang meyakinkan untuk menggunakan bahasa yang gambar seperti itu? Apakah cerita akan kurang akurat jika bahasa dan gambar itu dihilangkan?
Bentuk-Bentuk Penulisan
NARASI
Mengisahkan keseluruhan dari bagian per bagian
Contoh 1:
Komputer terdiri atas beberapa bagian yang bisa dikelompokkan menjadi dua: output dan input device. Input device meliputi: keyboard dan mouse. Output device meliputi: monitor dan printer. Keyboard adalah…. Mouse adalah…
Contoh 2:
Rumah Badu sangat besar. Bergaya arsitektur Jawa, rumah itu terletak di Jalan Kencana. Masuk dari pintu gerbangnya, para tamu bisa melihat halaman luas dengan air mancur di tengahnya. Patung anak kecil di tengah air mancur itu menunjuk pintu besar ruang tamu ruamh utama. Pintunya berukir Jepara. Di dalam ruang tamu ada lemari buku besar dan lemari lebih kecil berisi koleksi keris serta kerajinan lain. Sebuah lukisan besar memisahkan antara ruang tamu itu dengan ruang keluarga yang berisi satu set home theater. Dan seterusnya….
Menjelaskan sesuatu dari asal-muasalnya
Contoh:
Kopi kini menjadi jenis minuman yang paling banyak ditenggak di seluruh dunia. Konsumsi kopi terus meningkat di seluruh dunia. Tahukah Anda dari mana tanaman ini berasal?
Tanaman kopi berasal dari Jawa. Tanaman ini mulai dibudidayakan sejak abad ke-18. Kopi yang ditanam di Jawa kala itu sudah diekspor ke berbagai belahan dunia termasuk Amerika dan Eropa.
DESKRIPTIF
Melukis dalam benak pembaca, cukup detil sehingga pembaca bisa merasakan lukisan itu dengan seluruh inderanya.
Contoh 1:
Perempuan itu berdiri di bawah rintik hujan, mengenakan gaun hitam dan bertopi merah. Tetesan air menimpa wajahnya, mengalir melalui pipinya menuju dagunya yang berbelah pinang. Butir air menyerupai embun menempel di bibirnya yang dipoles lipstik merah delima.
Contoh 2:
Desa Adiluhung terletak di tepi air terjun Taman Nasional Mahakam. Anak-anak desa suka bermain di bawah air terjun yang jenih, demikian jernih sehinggga ikan-ikan tambak ikut berenang bersama mereka. Batu-batu hitam di dasar sungai membentuk seperti mosaik yang kaya warna….
EKSPOSISI
Menjelaskan, memperlihatkan atau mengisahkan kenapa sesuatu terjadi, melalui rangkaian sebab dan akibat.
Contoh:
Jakarta tidak bisa bertahan dengan egoismenya sendiri. Lingkungan hidup Jakarta tak bisa dibenahi hanya melalui dirinya sendiri.
Kota ini sekarang berpenduduk 10 juta jiwa dan bertambah pesat setiap tahunnya, dengan 100.000 orang setiap tahunnya datang dari pelosok Indonesia. Daya dukung lingkungan mulai terengah-engah memenuhi hidup sehari-hari warganya.
Air tanah mulai berkurang, karena penyedotan besar-besaran oleh industri dan perumahan yang tumbuh lebih cepat dari meresapnya air. Rongga di dalam tanah menyebabkan rapuhnya fondasi kota; beberapa tempat turun lebih rendah dari permukaan air laut. Air laut mengandung garam bercampur polusi merkuri memasuki cadangan air bersih di perutnya. Jakarta terancam krisis air minum dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara air minum makin susah didapat pada saat kemarau, air dari langit yang datang pada musim hujan menyebabkan banjir, tanpa bisa diminum. Cepatnya laju penduduk memperluas beton dan aspal kota ini. Air dari langit tak bisa meresap ke bumi dan menjadikan beberapa bagian kota layaknya danau.
Bahkan membuang sampah pun kini warga kota kebingungan. Pemerintah Jakarta menuai protes dari penduduk pinggiran yang wilayahnya menjadi lokasi tempat pembuangan akhir sampah. Sementara jumlah sampah makin banyak, lokasi pembuangan makin sulit dicari.
Jakarta adalah korban dari suksesnya sendiri. Kota ini berkembang pesat. Dan terus berkembang. Sekitar 70% uang Indonesia beredar di sini, dan uang menyerupai gula; menarik semut-semut. Laju urbanisasi tak tertanggungkan. Penduduk Jakarta tumbuh lebih cepat dari kemampuan kota ini memberi daya dukung hidup yang layak bagi warganya.
Jakarta adalah seperti lelaki setengah baya yang tambun dan kebanyakan kolesterol. Untuk membuatnya lebih sehat, dia harus melakukan diet. Jakarta hanya akan selamat jika mengurangi kerakusannya. Dia harus rela 70% uang yang beredar dibagi secara lebih merata ke seluruh pelosok Indonesia, an dengan itu tak ada kebutuhan orang Sumatera atau Kalimantan datang ke sini.
Hanya pemerintah pusat yang bisa mempromosikan pemerataan seperti itu. Dan Jakarta tergantung pada kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini. Jakarta tidak bisa menyelamatkan dirinya tanpa dibantu.
PERSUASIF
Menulis untuk mengajak pembaca menyetujui sebuah sudut pandang akan masalah, untuk menggerakkan emosi mereka, bahkan untuk beraksi seperti dikehendaki penulisnya.
Contoh:
“Kita perlu Menolak Pencabutan Subsidi BBM”
Pencabutan subsidi BBM akan mempersulit hidup orang miskin. Jumlah orang miskin bahkan akan bertambah jutaan akibat naiknya harga-harga produk dan layanan, termasuk layanan kesehatan dan pendidikan dasar.
Jumlah subsidi BBM tidaklah besar. Lebih kecil, separo atau bahkan sepertiga, dari pembayaran utang negara. Dalam anggaran kita beberpa tahun terakhir, pos pembayaran utang selalu paling besar, sekitar 50% dari seluruh pengeluaran pemerintah. Kenapa pemerintah mencabut subsidi bukannya menegosiasikan pengurangan utang? Kenapa pemerintah lebih suka mempersulit hidup rakyatnya ketimbang membebani diri dengan rasa malu untuk meminta pemotongan utang dari kreditor internasional?
Kenaikan harga minyak memang problematis. Tapi, adalah amoral mengalihkan beban kerja keras pejabat pemerintah kepada hidup rakyat kebanyakan yang sudah susah.













Komentar