Etiskah Menulis Berita dengan Menggunakan Informasi dari Sosial Media?

anggardevi • Selasa, 13 Sep '11 23:34 • 0 komentar
1

Sosial media merupakan suatu wadah dimana setiap orang dapat berpartisipasi, baik untuk menyebarkan informasi, kepentingan bisnis, dan sebagainya. Sosial media juga mempermudah dan mempercepat sampainya suatu informasi dari satu orang kepada orang yang lain. Entah apakah informasi tersebut sifatnya valid atau hanya klaim sekelompok atau orang tertentu yang masih harus dibuktikan kebenarannya.


Lalu bagaimana jika informasi dari sosial media tersebut dijadikan sebagai bahan tulisan untuk selanjutnya diproses menjadi karya jurnalistik oleh para pekerja media? Apakah hal tersebut boleh dilakukan? Apalagi jika informasi dari sosial media tersebut merupakan pernyataan, pembicaraan, pernyataan, kritik atau perbincangan seseorang, baik itu pejabat publik, tokoh politik dan atau orang-orang di sekitar mereka.


Dalam diskusi yang dilakukan dikantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta pada 8 Agustus 20011 lalu, Farid Gaban mengistilahkan sosial media sebagai “warung kopi”, dimana sifat dari sosial media dianggap masih kabur apakah sosial media termasuk ke dalam ranah public atau private. Namun meskipun dianggap kabur, tetap harus dipertanggung jawabkan secara moral dan hukum isi mengenai informasi dari sosial media tersebut.


Agus Sudibyo selaku anggota Dewan Pers juga mengatakan bahwa, Dewan pers sedang membuat kode etik dengan online media, bukan sosial media. Sedangkan untuk sosial media Mentri Komunikasi dan Informasilah yang akan membahasnya. Berkaitan dengan berita informasi yang berasal dari sosial media, tetap harus diverifikasi serta meminta izin ke sumbernya terutama terhadap statement-statement yang krusial. “Tidak etis kalau buat berita tanpa konfirmasi ke orangnya, teknologi banyak membantu namun banyak pula membuat kecelakaan-kecelakaan jurnalisme”, tambahnya.


Dengan begitu, menggunakan informasi yang berasal dari social media untuk dipakai sebagai bahan tulisan untuk sebuah karya jurnalistik itu boleh-boleh saja, selama menggunakan dan mengikuti standar jurnalisme yang ada.
 

Salam warung kopi! :)

Komentar

Belum ada komentar.

or create account to post comments