Hati-hati Pakai Blackberry

Jekson Simanjuntak • Kamis, 13 Okt '11 15:26 • 0 komentar
1

Organisasi pemantau media internasional, Reporter Tanpa Batas atau Reporters Without Borders/ Reporters sans Frontieres yang bermarkas di Paris, Perancis, khawatir tentang kerjasama Research in Motion (RIM), perusahaan Kanada yang memproduksi smartphone BlackBerry dengan negara-negara yang menggunakan data terenkripsi pelanggan melalui jaringan internet.

Baru-baru ini RIM membuat kesepakatan rahasia dengan beberapa negara, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, setelah mereka diancam untuk menangguhkan layanan Blackberry di negara tersebut.

Tekanan terhadap RIM mulai muncul sejak mereka pemberikan informasi kepada pihak berwenang Inggris terkait kerusuhan di London, Agustus lalu. Ketika ada klaim bahwa perusuh menggunakan layanan pesan BlackBerry (BBM) untuk berkomunikasi.

Menyikapi hal itu, Reporters Without Borders menyerukan kepada RIM untuk menempatkan perlindungan data pribadi dan kerahasiaan pesan antara pengguna sebagai bagian hak azasi manusia yang mesti didahulukan, kecuali hal itu berhubungan hukum dan rahasia negara.

Beberapa kerjasama RIM dengan negara-negara di dunia dianggap melecehkan hak pelanggan. Kebanyakan kerjasama ini merupakan hasil dari tekanan pemerintah setempat terkait maraknya penggunaan Blackberry.

Kuwait: blokir situs porno
Surat kabar Jarida di Kuwait melaporkan bahwa pada bulan Agustus lalu RIM telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Kuwait untuk memblokir situs porno di BlackBerry.

Reporters Without Borders memperingatkan bahwa situs-situs hukum bisa diblok sebagai hasil dari "overblocking" dan meminta pemerintah untuk membatalkan kegiatan tersebut.

India: akses ke instant messaging dan email
Di India, RIM dan pemerintah terus memperkuat kerjasama mereka. Pada 3 Oktober lalu, Menteri Telekomunikasi R. Chandrasekhar melaporkan bahwa teknisi pemerintah telah menguji "solusi intersepsi" dimana RIM menyediakan BlackBerry Enterprise Server (BES), sebuah layanan email yang paling aman bagi perusahaan.

Menteri tersebut berharap hasil dari tes tersebut bisa dinikmati pada bulan November. Pemerintah akan memungkinkan BES terus beroperasi sementara pemantauan dilakukan. Reporters Without Borders khawatir jika langkah pemerintah untuk memantau pengguna fasilitas tersebut akan memperluas praktek ini ke layanan dari produsen smartphone lain seperti Nokia.

Indonesia: server lokal di masa depan
Setelah setuju untuk memblokir situs porno pada bulan Januari, RIM diberitahu pemerintah Indonesia bahwa pada bulan Agustus semua pesan antara BlackBerry di Indonesia harus disalurkan melalui server yang berada di Indonesia pada Desember nanti. Saat ini, sebagian pesan dikirim melalui server yang berada di Kanada. Akibatnya pemerintah menjadi khawatir, karena pemantauan pemerintah semakin sulit. Menggunakan server lokal di Indonesia akan memudahkan pemantauan dan akan memungkinkan pemerintah untuk menghentikan layanan blackberry jika merasa perlu.

Afrika Selatan: kontrol diperkuat
Wakil Menteri Komunikasi, Obed Bapela mengatakan pada 5 September lalu, penjahat mulai menggunakan BlackBerry Messenger untuk merencanakan dan melaksanakan kejahatan. Kondisi ini tentu saja meresahkan. Pemerintah berniat melakukan pengawasan terhadap pemilik BB dan pemerintah akan meninjau ulang layanan BBM seperti di Inggris dan Arab Saudi. Saat ini sudah diharuskan untuk mendaftarkan kepemilikan BB dalam rangka membantu pemerintah melawan kejahatan.

Rusia: perangkat lunak peretas sandi BlackBerry
Pemerintah Rusia telah berulang kali menyatakan keinginan untuk mengakses data pribadi dari pengguna smartphone. Sekarang perusahaan perangkat lunak keamanan Rusia Elcomsoft telah merilis sebuah upgrade perangkat lunak telepon mobile sebagai alat pemutus sandi yang dapat memecahkan password BlackBerry smartphone. Sebelumnya kondisi ini dianggap tidak mungkin, namun software tersebut dapat membuka akses ke semua konten data pelanggan.

Perangkat lunak ini paling murah hanya seharga 199 dolar. Itu artinya, kemampuan untuk masuk dan menyadap smartphone BB sangat memungkinkan bagi semua orang. Sementara pemerintah Rusia tampaknya tidak memiliki peran langsung dalam pengembangan perangkat lunak ini.

Oleh karena itu, Reporter Tanpa Batas khawatir bahwa pengguna di Negara-negara tersebut telah diklasifikasikan sebagai "di bawah pengawasan" yang tentunya memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan. Pasalnya, kerahasiaan data menjadi sesuatu yang semakin sulit untuk di jaga. (Jekson, Berita Satu TV/Reporter Without Borders)

Komentar

Belum ada komentar.

or create account to post comments