Aksi dukungan terhadap Radio Era Baru yang menghadapi ancaman pembredelan akibat intervensi dari pemerintah komunis China, mulai digencarkan oleh para penggemar dan pihak-pihak lainnya.
Sejumlah LSM utama di Indonesia seperti Komnas HAM, Dewan Pers, AJI (Aliansi Jurnalis Independen), LBH Pers, Voice of Human Right (VHR), dll, telah menyatakan siap untuk memberikan dukungan sesuai fungsi dan wewenang mereka masing-masing.
Dewan Pers misalnya, menyatakan siap untuk memanggil Komisi Penyiaran Indonesia guna menindak-lanjuti kasus intervensi ini, sedangkan AJI bersama VHR telah menyiapkan surat dukungan yang akan disampaikan kepada pemerintah Indonesia.
[Raharja Waluya Jati, Voice of Human Right]:
Pembatalan izin Radio Era Baru ini hanya karena tekanan dari pemerintah China, saya kira sebagai sebuah negara yang berdaulat, Indonesia telah melanggar prinsip-prinsipnya sendiri, yaitu tentang demokrasi dan kedaulatan rakyat, karena Radio Era Baru ini adalah radio yang berdiri di Indonesia, dikelola oleh orang Indonesia dan melayani kepentingan publik di Indonesia, terutama untuk informasi-informasi yang memang dibutuhkan oleh publik Indonesia, dari mulai kesehatan hingga persoalan-persoalan yang berkaitan dengan hak asasi manusia.
Tidak ketinggalan, dukungan dari berbagai media untuk kebebasan pers.
[Margiyono, Aliansi Jurnalis Independen]:
Radio ditutup itu hanya kalau keseluruhan radio itu tidak layak, dan di Indonesia belum pernah ada yang ditutup. Jadi kalau tidak jelas begini artinya tidak ada kepastian hukum, karena tidak ada kepastian hukum ini jadi sangat berbahaya, karena bisa menimpa siapa saja, radio mana saja, ada orang tidak suka maka dia minta tutup.
Radio Era baru merupakan radio yang lahir di Indonesia, berkomitmen untuk memberitakan kejadian-kejadian terkini dari daratan China tanpa sensor. Namun, pemerintah komunis China menjadi gerah atas pemberitaan jujur ini serta menjegal Radio Era Baru dengan menuduhnya terlibat dalam politik. Kasus Era Baru telah sampai di Mahkamah Agung serta masih dalam proses hukum.
Wartawan NTD News melaporkan dari Jakarta.












