Workshop Daring Jurnalis
“Perpres Kabupaten/Kota Sehat: Progres & Tantangan”
Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November perlu dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mengevaluasi standar kesehatan di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Terlebih lagi, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang mampu mewujudkan kondisi kabupaten/kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk dihuni.
Kabupaten/kota sehat (KKS) merupakan modal dasar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi idaman bagi setiap penduduk di setiap daerah. KKS juga sebagai tempat bekerja bagi warga dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas, dan perekonomian masyarakat.
Namun, masih banyak pemerintah daerah yang belum menyadari pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Hal ini terlihat dengan minimnya keberadaan layanan kesehatan maupun infrastruktur kesehatan yang layak untuk menjamin kesehatan masyarakat. Melihat fakta ini, komitmen mewujudkan kabupaten/kota sehat perlu terus ditingkatkan sekaligus mendorong pemerintah pusat untuk segera mengesahkan rancangan Peraturan Presiden (ranperpres) Kabupaten Kota Sehat yang sudah digagas sejak tahun 2018.
Dalam penerapan KKS terdapat beberapa indikator yang berpengaruh pada perlindungan bagi kesehatan anak, kawasan tanpa rokok, aturan penjualan rokok, dan iklan rokok. Program ini selaras dengan target pemerintah yang ingin menurunkan prevalensi perokok anak.
Prevalensi perokok anak terus naik setiap tahunnya, pada 2013 prevalensi perokok anak mencapai 7,20 %, kemudian naik menjadi 8,80 % tahun 2016, 9,10% tahun 2018, 10,70 % tahun 2019. Jika tidak dikendalikan, prevalensi perokok anak akan meningkat hingga 16% di tahun 2030.
Dalam rangka mendukung dan menyosialisasikan kepada publik tentang pentingnya KKS, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Pusaka Indonesia akan menggelar workshop terkait tema tersebut. Hal ini diharapkan mendorong pemahaman kepada publik pentingnya KKS yang tidak sekadar label, tetapi menjadi sebuah implementasi kebijakan yang baik bagi kualitas kesehatan publik.
Pembicara
1. Bobby Nasution, Walikota Medan
2. Gibran Rakabuming Raka, Walikota Solo
3. Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ditjen P2P
Penanggap:
1. Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah, Ditjen Bina Pembangunan Daerah
2. Elisabeth Juniarti, Koordinator advokasi YPI
Moderator:
Gloria Fransisca