“DIRINGKes: Diskusi Daring Kesehatan
Mengkritik Keadilan Vaksinasi
Laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2 Agustus 2021 memaparkan, selama 13 hari pemberlakuan PPKM di Jawa-Bali, kasus harian Covid-19 menurun hingga 60 persen. Meski demikian, tren kasus di luar Jawa dan Bali justru masih mengalami kenaikan.
Sepanjang masa kenaikan kasus per Juli 2021, kebutuhan obat mengalami kenaikan yang signifikan. Kemenkes menyebut sempat terjadi kelangkaan karena perlu persiapan dan distribusi obat. Kenaikan permintaan obat yang tak disertai ketersediaan stok obat membuat pemerintah mengalokasikan tambahan suplai secara bertahap dari dalam negeri maupun melalui impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Seiring dengan upaya penyembuhan pasien, program vaksinasi juga masih terus digencarkan. Total suplai vaksin sampai dengan Desember 2021 yang sudah diumumkan pemerintah ada 258.675.440 dosis dari vaksin Sinovac, AstraZeneca, COVAX, Moderna, dan Pfizer. Sementara total dosis yang belum pasti tersedia tercatat sebanyak 72.500.000 dosis.
Berdasarkan data Kemenkes 3 Agustus 2021 pukul 12.00 WIB, sebanyak 23 persen dari sasaran vaksinasi atau 48,1 juta orang telah mendapat suntikan dosis pertama vaksin. Sedangkan jumlah orang yang telah mendapat dosis penuh vaksin sebesar 10 persen dari sasaran vaksinasi atau sejumlah 21,4 juta orang.
Beberapa daerah juga mengeluhkan mulai terjadi kelangkaan vaksin. Sebagai contoh, di Jawa Barat yang mendapat stok sekitar 10 juta dosis dari pemerintah pusat. Dari jumlah itu, sebanyak 72 persen telah digunakan sebagai dosis pertama. Dan, hanya tersisa 26 persen untuk dosis vaksin kedua, yang kemudian dialihkan untuk dosis pertama. Hal ini menandakan implementasi vaksinasi belum optimal dan terjadi ketidakadilan dalam proses distribusi dan implementasi. Diskusi ini juga bisa menggali persoalan-persoalan lambannya penyerapan vaksinasi, salah satunya terkait efektivitas pelibatan aparat seperti TNI dan Polri untuk vaksinasi, dibandingkan mendorong tenaga medis atau jaringan apotek yang ada.
Narasumber
1. Elina Ciptadi, Co-founder Kawal Covid-19
2. Diah SAminarsih, Penasihat Senior Urusan Gender dan Pemuda untuk Direktur Jendral WHO
Moderator:
Bram Setiawan, AJI jakarta