Diskusi Publik Buku A Giant Pack of Lies Part 2 “Refleksi 14 Tahun Perda KTR Bali”
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Denpasar
Rokok bukan barang normal. Hal ini jelas, mengingat rokok sebagai produk komersial membahayakan kesehatan publik. Prevalensi perokok anak masih menjadi tantangan besar di Indonesia mengingat tingginya intervensi industri rokok pada kebijakan publik. Cara-cara yang digunakan antara lain menggunakan strategi media manipulation, lobbying and hijacking legislative processes, public relations, dan creating illusion of support. (riset the Tobacco Atlas).
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kemenkes, jumlah perokok aktif diperkirakan mencapai 70 juta orang, dengan 7,4% di antaranya perokok berusia 10-18 tahun. Kelompok anak dan remaja merupakan kelompok dengan peningkatan jumlah perokok yang paling signifikan. Meskipun turun dari angka 9,1 persen berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, akan tetapi penurunan tersebut tidak signifikan dan masih sangat memprihatinkan.
Di Bali, prevalensi merokok di Bali masih tergolong tinggi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia pada 2023, Dr Putu Ayu Swandewi Astuti MPH PhD, Ketua Udayana Central mengungkapkan bahwa 16% penduduk Bali berusia di atas 10 tahun merupakan perokok, dengan rata-rata konsumsi 12 batang per hari dan harga rata-rata Rp 21.800 per bungkus. 56% perokok di Bali memulai kebiasaan merokok di usia muda, yaitu antara 10-19 tahun. Hal ini diperparah dengan tingginya prevalensi pengguna rokok elektronik di Bali, yaitu 8,5%, menempatkan Bali di urutan kedua nasional di bawah Yogyakarta. (Sumber: www.nusabali.com).
Udayana CENTRAL (Center for NCDs, Tobacco Control and Lung Health) menilai pelaksanaan Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok) di Bali belum optimal. Lembaga tersebut menemukan bahwa masih banyak masyarakat yang melanggar dengan merokok di tempat-tempat yang dilarang seperti di kawasan rumah sakit, sekolah, perkantoran dan sarana publik. (Sumber: www.perspectivesnews.com).
Berangkat dari keresahan tersebut, AJI Denpasar bekerja sama dengan AJI Jakarta akan menggelar Diskusi Publik Buku ‘A Giant Pack of Lies Part 2: Kebohongan Besar Industri Rokok’ dengan tema “Refleksi 14 Tahun Perda KTR Bali”. Banyak fakta penting yang didapatkan melalui reportase para jurnalis tentang eksploitasi anak, bahaya nikotin, intervensi industri kepada pemerintah, korupsi dalam bisnis tembakau, jebakan rokok elektronik, intervensi industri rokok di media, dan suara anak muda yang menjadi korban industri rokok. Dan, tentunya, apa kabar dengan penerapan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 10 Tahun tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dalam perjalanan 14 tahun ini ? Bagimana tantangan di Bali?
Melalui buku ini, masyarakat dan pemerintah daerah Bali diharapkan dapat bekerja sama menaati KTR dan memperbaiki regulasi untuk menjamin kesehatan anak-anak menuju Indonesia Emas 2045.
Narasumber:
– Penulis Buku A Giant Pack of Lies Part 2 : Gloria Fransisca
– Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali: dr. I Gusti Ayu Raka Susanti
– Akademisi Kaprodi Doktor Kajian Budaya, Universitas Udayana: Prof. I Nyoman Darma Putra, Ph.D
– Bali Tobacco Control Initiative: I Made Kerta Duana
Moderator: Anak Agung Sri Kusniarti
MC: Juni
Dokumentasi :
https://drive.google.com/file/d/1dHmFW8zioCVI-MW9epsJDn40ElswkZAN/view?usp=sharing