Diskusi Publik: Nanti Kita Cerita Tentang Kebebasan Pers Hari Ini dan Nanti

0

Tertarik

0

Hadir

0 %

Interaksi

Diskusi Publik AJI Jakarta

Sudah menjadi klangenan bagi orang tua mengulangi aneka kisah mereka membangun dengan susah payah organisasi ini: Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Hobi mereka ini bukan tanpa alasan. Datang dan pergi anggota dan jurnalis muda memaksa para “orang tua” menolak bosan demi napas organisasi lebih panjang. Konon kaderisasi adalah kata kunci bagi keberlangsungan AJI, sehingga bisa bertahan 30 tahun sekaligus menyesuaikan diri di setiap zaman dan generasi.

Adalah disertasi Raisye Soleh Haghia ini memaksa cerita lama itu perlu mengapung kembali. Alasannya, situasi kiwari yang kita hadapi menunjukkan gelagat bengis dan tak berpihak pada kebebasan pers, berserikat, dan menyampaikan pendapat. Gejalanya sudah ada: media kritis direpresi, penulis opini dikerasi, berserikat dihabisi.

Penelitian ini menganalisis dan mengungkapkan peran AJI dalam memperjuangkan kebebasan pers di Indonesia periode 1994-1999. Hasilnya, kelahiran AJI dipicu oleh struktur politik Orde Baru yang hegemonik, khususnya setelah pembredelan Tempo, Editor, dan Detik pada 1994. AJI tak sekadar sebagai wadah perlawanan simbolis, tetapi juga membangun jaringan alternatif melalui penerbitan bawah tanah, pelatihan dan advokasi jurnalis, serta membangun solidaritas internasional. Peran ganda AJI sebagai organisasi profesional dan gerakan sosial, memungkinkan organisasi ini bertahan meski menghadapi represi negara, termasuk kriminalisasi dan intimidasi.

Perjuangan AJI berkontribusi pada desakan reformasi pers pasca 1998 yang akhirnya melahirkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sekaligus menjadi cikal bakal gerakan masyarakat sipil dalam transisi demokrasi. Implikasi teoritis penelitian ini memperkuat relevansi model mobilisasi politik Charles Tilly dalam konteks gerakan sosial dan sejarah pers Indonesia: sistem represif justru melahirkan resistensi terorganisasi.

Yang jelas, diskusi ini tak akan berkesan tanpa kehadiran kalian. Karena itu, semua diundang pada Jumat sore hingga petang.

Pemateri:
1. Raisye Soleh Haghia
2. Ignatius Haryanto

Moderator:
Jo Hiutabarat

Agenda Terkait

Overview

Publikasi

GABUNG AJIJAK?