Journalist Workshop by ITSEC Asia
Pentingnya Meningkatkan LIterasi Keamanan Digital dan Perlindungan Data Pribadi di Indonesia
Aktivitas digital di Indonesia terus tumbuh dengan tercatat jumlah pengguna Internet pada Januari 2022 mencapai 204,7 juta, dengan tingkat penetrasi internet yang mencapai 73,7 persen dari total populasi. Berbagai sektor usaha dan industri juga kian masif memberikan produk/ layanan berbasis digital. Namun di sisi lain, banyak masyarakat yang masih dengan mudah mengumbar data pribadi mereka di ranah digital. Hal ini tentu sangat rawan terhadap berbagai serangan dan kejahatan digital. Selain masyarakat, lembaga atau perusahaan yang ‘Go-Digital’ dan menyimpan data pribadi konsumen juga harus memperhatikan perlindungan data yang mereka pegang.
Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 yang diukur dari 4 pilar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, memaparkan bahwa Pilar Budaya Digital mendapat skor 3,90 dalam skala 5 atau baik, diikuti Pilar Etika Digital dengan skor 3,53 dan Pilar Kecakapan Digital dengan skor 3,44. Sementara itu, Pilar Keamanan Digital mendapat skor paling rendah (3,10) atau sedikit di atas sedang. Ini menunjukkan bahwa budaya pemanfaatan digital semakin tinggi namun literasi dari segi keamanan masih perlu ditingkatkan. Apalagi melihat tren tingginya serangan siber di Indonesia, di mana Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebutkan bahwa setidaknya ada 1.6 miliar lebih anomali trafik atau serangan siber yang terjadi di Indonesia pada tahun 2021.
Tingginya aktivitas serangan siber perlu diantisipasi dengan peningkatan literasi keamanan digital, baik bagi masyarakat untuk melindungi diri di ruang digital, maupun perusahaan atau organisasi yang menyimpan data pribadi anggota atau konsumennya. Selain itu dari sisi pemerintah kita juga perlu mendukung adanya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU-PDP) untuk melindungi kepentingan publik dan juga melindungi kondusifitas kegiatan digital di tanah air. Literasi digital perlu memperhatikan faktor keamanan dan perlindungan data pribadi untuk mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.
ITSEC Asia sebagai perusahaan keamanan informasi dari Indonesia yang telah memberikan layanan keamanan informasi dan data di wilayah Asia Pacific, memiliki visi untuk membangun ekosistem keamanan siber yang baik melalui edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga data pribadi dan juga bagaimana mengantisipasi kejahatan di ranah digital.
Narasumber:
1. Samuel Abrijani Pangerapan, Direktorat Jendral Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
2. Andri Hutama Putra – Presiden Direktur ITSEC Asia
3. Robby Anzil Firdaus – Project Governance ITSEC Asia
Moderator:
Gloria Fransisca, AJI Jakarta