Workshop dan Fellowship Ekonomi Perawatan dari Perspektif Media

0

Tertarik

0

Hadir

0 %

Interaksi

Workshop dan Fellowship Ekonomi Perawatan dari Perspektif Media Aliansi Jurnalis Independen Jakarta

Budaya patriarki di Indonesia menempatkan perempuan sebagai penanggung jawab utama perawatan dalam rumah tangga. Perempuan memiliki beban ganda: bekerja di tempat kerja dan melakukan pekerjaan perawatan di rumah, seperti memasak, mencuci, mengasuh anak, dan lain-lain. Data dari Organisasi Buruh Internasional (ILO) tahun 2022 mengungkap, sekitar 75 persen pekerjaan perawatan yang tidak dibayar di seluruh dunia dilakukan oleh perempuan. Pekerjaan perawatan yang cukup berat tersebut belum diakui memiliki kontribusi ekonomi.

Saat ini, ekonomi perawatan tengah dibahas di berbagai forum internasional. Menurut UN Women, ekonomi perawatan (care economy) dapat didefinisikan sebagai pekerjaan reproduktif meliputi aktivitas berbayar maupun tidak berbayar yang mencakupi pemberi layanan (caregiver) atau dalam papernya disebut sebagai pekerja perawatan (care worker) dan penerima layanan perawatan (care receiver). Ekonomi perawatan juga memiliki keterkaitan secara signifikan terhadap upaya mencapai kesetaraan dan keadilan gender, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Penelitian ILO pada 2022 tentang ekonomi perawatan di Indonesia mengungkap, investasi negara dalam perawatan anak universal dan layanan perawatan jangka panjang akan menghasilkan sekitar 10,4 juta lapangan pekerjaan pada 2035. Investasi dalam paket kebijakan perawatan komprehensif juga dapat mengurangi kesenjangan gender dalam partisipasi angkatan kerja sebesar 5,5 persen.
ILO mempromosikan konsep 5R (rekognisi, reduksi, redistribusi, reward, dan representasi) yang menyediakan kerangka kebijakan untuk menghargai pekerjaan perawatan. Konsep tersebut sudah diterapkan dengan baik di beberapa negara.

Di indonesia sendiri, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menerbitkan kebijakan Peta Jalan Kerja Perawatan 2024, yang mencakup pengembangan pelayanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini, layanan perawatan lansia, akses yang lebih besar pada cuti hamil dan cuti ayah, pengakuan pekerjaan yang layak bagi pekerja perawatan, dan program perlindungan sosial untuk ekonomi perawatan.

Kebijakan tersebut masih menemui jalan terjal. Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) belum disahkan dan kebijakan hak cuti juga belum optimal.
Di media sendiri, isu tersebut masih minim sorotan. Padahal melalui media, isu ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan pemerintah tentang pentingnya pekerjaan perawatan.

Maka, untuk mengarusutamakan isu tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bekerja sama dengan ILO akan membuat program pelatihan jurnalis dan beasiswa peliputan tentang Ekonomi Perawatan. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman jurnalis tentang isu tersebut. Selain itu, dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang peluang ekonomi perawatan untuk pemerintahan Prabowo-Gibran yang masih baru.

Pembicara
Hari Pertama:
– Eko Novi Ariyanti, S.Pd -Asdep PUG Sosbud KemenPPA
– Early Dewi Nuriana-Project Officer of Care Economy ILO)
– Rudiyanto-Himpaudi
– Mira Sonia-Apindo
– Trisno Muldani-ASLI

Hari Kedua:
– Devi Asmarani-Magdalene

Moderator
Aditya Putri
Benediktus Krisna

Dokumentasi :
https://drive.google.com/drive/folders/1bQM6q3MaRNIe0kswkETI5VPuY8Dqk6v5?usp=drive_link

Agenda Terkait

Overview

Publikasi

GABUNG AJIJAK?